seperti terjebak dalam sebuah kotak hitam, yang memenjarakan ku
kedua tangan seperti menjepit dan terborgol.
kaki ini hanya dapat melangkah mengikuti pemandu yang berada di hadapanku. NOW!
aku seperti di asingkan di dalam kotak hitam ini.
membujur kaku di dalam kehampaan.
namun tunggu, seketika secepat kedipan mata semuanya berubah.
aku sekarang bukan di dalam kotak hitam melainkan
di lapangan hijauuu yang sangat luas.
dan tanganku pun tak terborgol melainkan, bebas.
tunggu ternyata ada yang membawaku ke tempat seperti ini.
tapi manakah wujudnya tak terlihat namun, aku merasakan kehadirannya.
seperti ilusi namun nyata.
ilusi itu mampu membuat ku tertawa. namun, kadang kala ilusi itu membuatku menangis.
karena, aku tak pernah melihat tampaknya yang nyata.
untuk menggenggam hatinya saja itu tak mungkin.
sungguh sulit untukku menerjemahkan segalanya.
aku hentikan atau aku maju meski kalo ini semua hanya sia-sia??
mencintai sebuah ilusi, sungguh menyedihkan.
aku masih di sini tetap sama dan tak akan berubah.
-dariku perindu yang merindukan hadirmu kedalam kenyataan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar