ternyata semua perkiraan aku salah.
ya semuanya jauh dari apa yang aku bayangkan, jauh dari apa yang aku perkirakan.
mengenal sosok dirimu saja dulu, hal yang sangat beruntung bagiku dan pada akhirnya waktu persatukan kita
heem menjadi teman baik.
namun semua yang aku mau tak seperti apa yang kamu mau. jauh lebih apa yang saat ini kita jalanankan.
mau ku tak seperti kenyataan yang ada saat itu.
dan hal itu adalah sebagai alasan untukku untuk menyimpannya saja, entah hingga kapan.
aku selalu berharap waktu yang akan mengungkapkannya, namun, sayangnya waktupun enggan ungkapkannya. hingga akhirnya segalanya telah terkubur jaauh dari anganku, dari perkiraanku.
jauh dari akal dan logika. ini semuanya yang tak pernah terpikirkan oleh benakku dan oleh naluriku.
ternyata tuhan lebih menyayanginya, tuhan lebih menginginkannya daripada aku.
tuhan lebih dahulu menjemputnya ketimbang aku, ya tuhan sayang padanya.
ini, iya hal ini yang jauh dari nalar akal ku. semua ini seperti mustahil terjadi. kenyataan yang sekarang aku hadapi, lebih sulit dariapapun.
perasaan ini? bagaimana dengan perasaan ini yang tlah ku susun rapih. semuanya sia-sia kah?
hingga waktupun tak pernah ungkapkan itu padanya.
apa yang harus aku lakukan?
mungkin aku tak akan pernah menyentuh dan melihat ragamu berdiri tegak di hadapanku
namun, rasa perhatianmu pada ku sebagai teman akan selalu membekas.
kenangan dan kisah kita sebagai teman dan rahasia kecil ini selalu terkenang.
disana tempat yang indah untukmu, datanglah pada kebahagianmu disana dan tenang lah
aku disini masih menyayangimu dan memeluk mu dalam doa yang selalu ku panjatkan.
dari seorang sahabat mu yang diam-diam menaruh hati padamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar