Sabtu, 19 Januari 2013

Cinta Satu Kaki 1

aku ingin sedikit bercerita tentang hantu yang tiba-tiba datang dan membuka gerbang yang usang ini.

heii... namaku Edelina seorang gadis periang yang kesepian. panggil saja namaku dena.
aku memiliki seorang saudara perempuan yang cantik bernama alisa. kami berdua selalu bersama.
seperti saudara kembar tapi tak serupa.

sekarang aku akan mulai bercerita.
kalian tau gerbang usang itu apa? ya bisa kalian sebut seperti ruang yang memiliki tempat untuk satu orang saja di dalamnya.

ketika itu malam telah datang hari libur pun begeges untuk pergi menginggalkan beraduan.

aku bersama alisa pergi ke beberapa wisata di ibukota. hingga larut malam. terlintas di benaknya
"mengapa tak ku ajak saja beberapa temanku untuk datang kemari". kata alisa di dalam hati.
ketika aku asik membereskan tas, alisa pun menepuk pundakku dan berkata
"na, kita makan di tongkrongan biasa yuuk mau ga? nanti aku juga mau mengajak beberapa temanku kesana kamu setuju tidak?". ucapnya dengan penuh antusias.
 " baik lah boleh saja, kau atur. aku ikut aja. hemm temanmu siapa saja?". ucapku yang penuh pertanyaan.
" asik kalo gituu... hmm mungkin ada 3 orang. itu lhoo teman smp ku si bells". ujarnya.
" ohhh okelah kalo begitu". balasku.

setelah tak lama kami berbincang. kami berdua menuju tempat resto untuk makan malam.
"mau dimana nih?". ujarku sambil melihat-lihat berbagai resto.
" hemmm sushi aja yuk". ujar alisa membalas berkataanku.
" ya sudah coba saja kita kesana. apakah penuh atau tidak ". ujarku.

aku dan alisa menuju resto sushi yang ada di sebrang jalan.
"yaaah penuh banget ga usah di sini ya sa". ucapku kecewa.
" yasudah kita makan di resto sebelah saja sepertinya sepi". sahutnya.

akhirnya kami berdua memutuskan pindah resti disebelah. memang di tempat ini sangat ramai kalau malam hari. apalagi ini malam minggu. penuh dengan orang. setelah sesampai di resto kami disuguhkan menu untuk memesan.
" kau mau pesan apa sa" . ucapku
"hemm beli minum saja dulu, nanti kalo yang lain sudah datang baru pesan makanan gimana?". ucapnya "baiklah kalau begitu kau mau pesan minum apa?". balasku.
" hmmm aku mau pesan apa yaaa...??? bingung " ucapnya.
" kenapa bingung? kau tak usah liat harganya cari saja yang menurutmu enak, kalo uangnya kurang kan ada aku. masih aja kau sungkan dengan saudaramu sendiri." ucapku.
" nah kau tau heheheh yaudah aku teh tarik aja lah kau apa?". balasnya
"oke . hemm aku pesan cappucino saja". ujarku.

setelah begitu lama memikirkan mau memesan apa akhirnya aku memangil pelayan untuk memesan minuman yang akan kami pesan.

*melampai kan tangan*
pelayan laki-laki tak begitu tinggi menghampiri meja no 5, meja yang ku duduki.

"mau pesan apa mba". ujar pelayan.
"mau pesen teh tariknya satu sama cold cappucinonya satu". ucapku
"itu saja mba? tidak mau pesan makanannya? ." ujar pelayan itu kembali.
"nanti saja masih nunggu teman ". ujarku
"oh baik lah kalo begitu. saya ulang lagi ya mba pesanannya. teh tarik satu sama cold cappucinonya satu.
" ujar pelayan sambil memeriksa pesanan.
" iya mas." ujarku.
"baik, silahkan di tunggu ". ucap pelayan itu sambil mengambil buku menu.


sambil menunggu pesanan yang tak kunjung datang aku pun menanyakan mengenai temannya yang kata alisa ingin datang.
"sa mana temanmu sudah sampai mana?". ucapku
"hemm ga tau nih lagi di bbm keknya dia ga tau daerah sini deh ". ucarnya sambil mengetik sms
"ya sudah coba di telepon sajalah biar cepet." ucapku.
"nih kau saja yang telepon *menyodorkan handphonenya* ." ucapnya
" ini yang kau telepon siapa?". balasku
" alton... denaa...". ucapnya
"oke." balasku.

handphone berdering ada telepon masuk dari alton bergegas ku angkat.
"hallo alton udah sampe mana lo?". ucapku
" gue udah sampe saharjo".ucapnya
"saharjo mana? sevel? pokonya dari sevel saharjo lo lurus aja ya. nanti juga ketemu oke." ucapku
"ooh yaudah iya tunggu deh ya." ucapnya sambil menutup telepon.

*memberi handphonenya ke alisa*

"apa katanya". ujar alisa
" sudah deket kok dia lagi mau cari parkiran juga.". balasku

pelayan yang tadi pun menghampiri mejaku dan meletakkan 2 gelas minuman yang ku pesan.

"ini pesanannya mba". ujarnya dengan memberikan senyuman.
"iya makasih mas". ucapku.

sambil menunggu meraka, aku dan alisa menyicipi minuman yang kami pesan.
lama sekali ya mereka ucapku didalam hati. daripada aku bosen menunggu lebih baik aku memainkan handphone sajalah.
tak lama kemudian. alisa beranjak dari tempat duduk. sepertinya dia ingin mengahampiri teman-temannya.
aku pun tetap asik dengan handphone ku padahal tak ada sms atau bbm yang ku terima heheh.

aku tetap asik duduk dan nundukan kepala. tak lama ada suara alisa berkata "denaa.. mereka sudah datang nih". ucapnya dengan suara agak keras.

aku pun menegakkan kepala keatas dan melihat ada 3 orang temannya berdiri di hadapan ku. itu siapa saja yaa... hemmm coba ku perhatikan yang berdiri di kanan itu pasti bells karena dia wanita sendiri.
kalo 2 orang laki-laki itu siapa ya? alton yang mana?? dan yang satunya itu siapa? bertanyaan yang ada di kepalaku.

tiba-tiba bells langsung menyahutku dan membuyarkan lamunanku.
"denaaaaaaaaaaa.. heeeiiii akhirnya ketemu juga yaa... banyak cerita lhoo dari alisa tentang kamu."ucapnya dengan keras.
"heiii.. jugaa ooh ini ya yang namanya bells.. alisa juga sering menceritakan kepadaku." balasku.

akhirnya kita duduk dan mengobrol hingga waktu mengobrol pun di mulai aku tetap belum tak alton yang mana? dan satu orang laki-laki itu bernama siapa? masih saja ada di benakku.
dan akhirnya mereka memutuskan ingin membeli makanna.

*bells melampaikan tangannya*
pelayan yang tadi pun menghampiri mejaku lagi.

"mau pesan apa mba?". ujar pelayan
"mau pesen kentang gorengnya sama minumnya cappucino 3 ya mas. dena alisa mau pesan makanan lagi ga." ucapnya sambil menoleh kearah ku dan alisa.
" oh iya aku mau pesan spaghetii kamu apa sa." ucapku menolah ke alisa
"aah aku ga makan deh ga ada uangnya nih." ucapnya bisik-bisik kepadaku.
"sudahlah aku yang bayarin nantinya." balasku
"yasudah sama deh kek kamu." balasnya
"bells.. aku pesan spaghetti 2 yaa." ucapku sambil menepuk pundaknya.
"oke siap..".ujarnya.

akhirnya bells pun memesan pesanan yang sudah di bicarakan tadi. mataku terus tak henti memperhatin kedua laki-laki itu. dan aku baru sadar ooh ya.. ketika tadi duduk alisa dan laki-laki bertopi itu kan dii ledekin sepertinya itu alton hemmm hahahha.
alton adalah seorang laki-laki yang di sukai oleh alisa dan alisa sering menceritakannya.
tapi tunggu laki-laki sebelah bells siapa????.
dan tiba-tiba laki-laki itu melihat kearahku dan mengulurkan tangannya.
"gue aldwin. lo dena kan?". ucapnya sambil menatapku
"eeh.. ya gue dena *mengulurkan tangan* ". ucapku

oh namanya adalah aldwin hemm laki-laki yang sekilas pernah di bicarakan oleh alisa namun aku lupa.
pesanan pun datang. dan kita bergegas menyantap makanan di depan meja.
mereka bercanda tertawa tawa dan aku hanya ikut tertawa aja. padahal aku tak mengerti apa yang di bicarakan oleh mereka. aku saat itu berfikir ooh bells dan aldwin sepertinya pacaran soalnya mereka sangat dekat.

waktu pun menunjukkan pukul 23.00 WIB sudah larut malam dan waktu bergegas pula.
menuju parkiran di sebrang sana. sambil berjalan alisa dan alton masih saja di cengin oleh aku,bells dan aldwin.
sesampainya di mobil alisa duduk bersampingan dengan alton di depan. aku,bells dan aldwin di belaknag bertiga.
rumahku tak jauh dari lokasi resto yang tadi kita kunjungi.
20 menit sampai lah di rumah. alisa pun turun bersamaku.
alisa bergegas membereskan bajunya dan bergegas pulang kerumahnya.

dan akhirnya mereka pulang... dan selamat tinggal...

aku pun kembali kekamar. dan masih terbayang wajah aldwin.
penasaran mengenai dirinya tapi aku tak begitu perduli.

*to be continue*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar