tak ada lagi terlihat olehku senyumnya.
dia semakin menjauh dan terasa jauh
sedangkan aku membujur kaku menunggu kematian dan kehampaan yang akan menjemputku
lekukan senyum di bibirku enggan terbentuk
karena satusatunya alasan untukku tetap tersenyum tlah memudar.
menghindarimu sama saja seperti aku melukai hati ini.
semakin aku menghindarimu maka semakin terluka hati ini.
kini kau seakan acuh dan pergi dalam kotak ilusi itu.
semakin lemah tak bernafas.
kau adalah alasan aku untuk bertahan hidup meski dunia membuangku
kau adalah laksana pagi yang selalu menyemangatiku.
meski aku tak dapat mengartikan semua ini.
kau cuma satu nama di dalam hatiku yang ku biarkan tinggal di dalamnya...
-laksana langit adalah aku maka bumi adalah kamu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar